
Di saat harga bahan bakar melambung tinggi, kemacetan kian menjadi, angkutan umum semakin aman dan bersahabat, jumlah trotoar yang nyaman kian bertambah, taman kota semakin sejuk, pilihan yang paling tepat tentunya adalah berjalan kaki. Jalan kaki bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja, terutama jika lokasi tujuan termasuk dekat. Hitung-hitung mengurangi polusi udara sambil berolahraga. Namun sayangnya, baik pedestrian maupun pesepeda di luar sana kerap menghadapi marabahaya. Jadi mungkin beberapa tips berikut bisa membuat saat-saat jalan kaki Anda menjadi kian menyenangkan.
Berjalanlah Melawan Arah
Jika tidak ada trotoar (seperti yang sekarang sedang digalakkan pemerintah Jakarta yang gemar menghilangkan trotoar) maka Anda wajib berjalan kaki di sisi jalan (ingat, sisi jalan!) yang menghadap ke arah datangnya lalulintas. Langkah ini akan menjadi peluang terbaik untuk melihat lalulintas yang datang mendekat dan segera mengambil tindakan jika diperlukan.
Menyeberang Dengan Aman
Anda pasti masih mengingat petuah orang tua yang mengatakan, “tengok kanan dan kiri dahulu sebelum menyeberang.” Dan itu sangat tepat! Saat Anda berjalan di persimpangan, pastikan lampu untuk pejalan kaki menyala dan berwarna hijau. Walau demikian, pengemudi mobil dan pengendara sepeda motor masih banyak yang bandel dan nekat nyelonong. Karenanya Anda harus melakukan kontak mata dengan mereka. Pastikan mereka melihat Anda.
Berjalan Satu Garis
Kecuali Anda sedang berjalan di trotoar atau terpisah dari jalur mobil dan sepeda, maka Anda wajib berjalan satu garis dan jangan berjalan beriringan dengan orang lain. Khususnya saat berjalan di jalan yang banyak tikungan.
Hati-Hati Terhadap Sepeda dan Pelari
Khususnya saat Anda berbagi jalan dengan pesepeda dan orang yang sedang jogging. Biasanya pesepeda akan memberitahu lewat bell saat mereka sedang mendekat. Dengarkan mereka dan bergeserlah sedikit ke tepi agar mereka bisa lewat. Hal yang sama juga berlaku terhadap orang-orang yang sedang berlari atau jogging.
Tetap Terlihat
Pakai baju berwarna cerah saat berjalan di siang hari, saat malam tiba sebaiknya Anda menambahkan bahan yang bisa memantulkan cahaya di beberapa bagian, seperti tas misalnya. Pengemudi biasanya tidak memperhatikan pejalan kaki yang berjalan dalam kegelapan. Jadi, beri mereka kesempatan untuk melihat posisi Anda dengan member sinyalemen.
Bisa Ditebak
Jangan berpindah jalur secara tiba-tiba saat Anda berjalan kaki. Perhatikan pergerakan tangan Anda dan buatlah sinyal lewat bahasa tubuh sebelumnya.
Perhatikan Lingkungan Sekitar
Jangan pekakkan telinga Anda dengan mendengarkan iPod dalam volume besar saat sedang berjalan kaki kendati sedang asik dengan playlist favorit. Kecilkan suara agar Anda masih dapat mendengar suara klakson, bell sepeda dan yang lainnya.
Tahu Saatnya Berhenti
Paparan panas mentari, dehidrasi, serangan jantung atau stroke bisa menyerang pejalan kaki dari berbagai rentang usia. Pelajari gejala-gejala penyakit tersebut dan bawa ponsel untuk menghubungi rumah sakit atau nomor darurat.
Hati-Hati Terhadap Orang Asing
Pilihlah rute berjalan kaki yang ramai dan hindari jalan-jalan sepi. Jika Anda melihat orang yang mencurigakan, bersiap untuk menghindarinya atau segera menuju ke tempat ramai.

