Senin, 16 Jan 2012, 15:43 WIB
Mengingat banyaknya stimulus yang dihadapi saat di jalan, maka satu hal penting yang juga perlu diingat para pengendara adalah diperlukan proaktifitas sehingga dapat menentukan reaksi yang tepat saat ada stimulus yang harus dihadapi di jalan. Rully Ferdian
Jakarta–Bagaimana cara pandang dalam berkendara akan mempengaruhi bagaimana kita berperilaku pula di jalan raya. Jadi, bila kita saat berkendara berpandangan dan bertujuan untuk keselamatan, maka saat berkendara kita pun akan selalu memikirkan tentang keselamatan, berhati-hati saat berada di jalan dan hasil akhir yang kita peroleh pun selamat hingga sampai tujuan.
Demikian diungkapkan Associate Partner Dunamis Danny Wangsahardja, dalam diskusi sosialisasi pentingnya perubahan perilaku di jalan bagi keselamatan di PT Thiess Contractors Indonesia, Jakarta, Kamis, 12 Januari 2012.
Diskusi yang diselenggarakan PT Thiess Contractors Indonesia bekerja sama dengan Adira Insurance dalam rangka memperingati hari K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) internasional pada Kamis 12 Januari 2012.
CSR and Corporate Communication Department Head Adira Insurance Ernita Sari mengungkapkan, kecelakaan merupakan penyebab kematian ke-3 di Indonesia setelah penyakit jantung dan stroke. Namun, kinerja Indonesia mengenai keselamatan di jalan merupakan yang terburuk di ASEAN.
Menurutnya, data yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan menunjukkan bahwa faktor penyebab terjadinya kecelakaan 90% dikarenakan kelalaian manusia.
Danny Wangsahardja menambahkan, fakta bahwa penyebab kecelakaan adalah faktor manusia merupakan hal menarik karena ini berarti kita bisa mempengaruhi orang untuk merubah perilakunya di jalan sehingga memperkecil kecelakaan.
Salah satu faktor penting untuk mengubah perilaku di jalan menurut Danny adalah ditetapkannya ‘end in mind’ dalam diri setiap pengendara bahwa tujuan dari perjalanan tersebut adalah pulang ke rumah dengan selamat.
Mengingat banyaknya stimulus yang dihadapi saat di jalan, maka satu hal penting yang juga perlu diingat para pengendara adalah diperlukan proaktifitas sehingga dapat menentukan reaksi yang tepat saat ada stimulus yang harus dihadapi di jalan.
Danny menjelaskan, perlu ditanamkan sikap PMA, yaitu Positive Mental Attitude yang akan mendorong kita untuk selalu bersikap positif. “Dukungan dari rekan-rekan atau peers dan keluarga juga akan mendorong perilaku positif saat berada di jalan. Tidak perlu menunggu orang lain atau sistem yang diubah, namun upaya menjaga keselamatan di jalan bisa dimulai dari diri sendiri,” ujar Danny. (*) http://www.infobanknews.com/2012/01/positive-mental-attitude-dalam-berkendara/

