Asuransi Kecelakaan Lalu Lintas - Keselamatan Berkendara Indonesia

Cita-cita Furqon Pupus karena Kakinya Diamputasi

IMANUEL MORE GHALE Furqon (14) saat menunjukkan kaki palsu yang dikenakannya di Pisa Cafe, Menteng, Jakarta, Rabu (30/11/2011). Ia adalah korban kecelakaan lalu lintas yang terpaksa mengalami amputasi kaki setelah menjadi korban kecelakaan jalan raya.

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebagaimana anak-anak pada umumnya, Furqon Firdaus (14) pernah bercita-cita menjadi polisi. Namun, cita-cita itu sudah pupus sejak lima tahun lalu, saat kaki kanannya harus diamputasi setelah ia menjadi korban kecelakaan lalu lintas. “Sebenarnya pengin jadi polisi, tapi enggak mungkin lagi,” kata Furqon kepada Kompas.com saat menghadiri acara “Kampanye Keselamatan di Jalan Raya” yang bertempat di Pisa Kafe, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (30/11/2011).

Terempasnya harapan Furqon tak lepas dari peristiwa pada 8 Oktober 2005 sore. Saat itu, dia bersama beberapa anggota keluarganya sedang duduk di depan rumah mereka yang difungsikan sebagai warung makan yang letaknya hanya beberapa meter dari perempatan Sumur Pecung, Jalan Ahmad Yani, Serang, Banten. Bersama-sama, mereka sedang menantikan waktu berbuka puasa.

Tak disangka, tiba-tiba muncul sebuah mobil Suzuki Escudo dari arah perempatan yang langsung menerjang ke arah tempat mereka berkumpul.

Ayah Furqon, Maftuchi (43), mengisahkan, mobil baru yang dikendarai seorang pelajar kelas II SMP itu sedang melaju dengan kecepatan tinggi. Saat hendak melintasi perempatan, lampu merah telah menyala. Untuk menghindari kecelakaan, si pelajar membanting setir untuk berbelok. Namun, karena baru belajar mengemudi, kendaraan justru menabrak pembatas jalan dan berbalik arah, menerjang ke arah warung makan milik Maftuchi.

Furqon bersama seorang adik dan ibunya serta dua orang amggota keluarga dekatnya menjadi korban. “Lima orang korban, tapi Furqon yang paling parah. Kakinya langsung putus,” urai Maftuchi.

Istri Maftuchi, Siti Rakiyah (39), mengalami patah tangan. Sedangkan adik Furqon dan dua anggota keluarga lainnya mengalami luka-luka ringan setelah dihantam Escudo itu.

“Kata ibunya (pelaku), dia baru belajar nyopir. Waktu keluar rumah dia serempet sebuah motor. Dia lalu dikejar polisi. Karena itu, dia coba melarikan diri dan larikan mobil dengan kecepatan tinggi,” terang Maftuchi, menjelaskan awal kejadian.

Ia, yang luput dari kejadian tersebut, dengan bantuan warga sekitar, segera melarikan kelima korban ke rumah sakit. Ia juga yang memberi izin pihak medis untuk mengamputasi kaki anaknya. “Waktu itu saya belum sadar,” tukas Furqon.

Maftuchi mengisahkan, setelah siuman pasca-operasi, anaknya meraung setelah melihat kenyataan penggalan kaki di bawah lutut kanannya telah hilang. “Dia (Furqon) meminta dicarikan kakinya,” lanjut Maftuchi.

Tak hanya asa Furqon yang pupus. Maftuchi mengaku, dirinya bersama istri menaruh harapan besar pada putra sulung dari tiga anaknya. “Kami juga berharap dia bisa jadi polisi seperti paman-pamannya dari keluarga ibu,” lanjut Maftuchi. Dengan kondisi saat ini, ia berharap Furqon dapat belajar lebih giat untuk mewujudkan cita-cita barunya menjadi dokter.

Furqon sendiri menyatakan sudah terbiasa dengan kondisinya saat ini. Meski begitu, ia mengaku sering kesal dengan hambatan yang dialaminya dalam pergaulan. Siswa kelas II SMP Negeri Serang ini mengaku tidak bisa lagi menyalurkan hobinya bermain sepak bola. Pengidola Boaz Salossa dan Cristiano Ronaldo ini mengaku orang-orang, termasuk teman dan guru sekolahnya, kerap mengabaikan dirinya saat pelajaran olahraga. “Sama guru selalu dibeda-bedain. Dibilang kamu enggak usah ikutan, takut ada apa-apa sama saya. Padahal, saya sendiri enggak apa-apa kok,” keluh Furqon. Ia juga merasa dikucilkan dalam pergaulan lantaran perlindungan yang berlebihan padanya.

Furqon dan Maftuchi dihadirkan pihak Asuransi Adira yang menjadi sponsor kampanye keselamatan di jalan raya. Keduanya diminta untuk memberikan kesaksian sebagai korban akibat kesalahan manusia dalam berlalu lintas. Melalui sebuah yayasan di Serang, Adira memberikan bantuan berupa kaki palsu kepada Furqon. “Sekarang lebih nyaman,” kata Furqon, mengomentari kaki palsunya.

Maftuchi berharap kampanye ini akan lebih diarahkan pada kaum muda. Alasannya, banyak kecelakaan lalu lintas diakibatkan sikap kaum muda yang kurang tertib dalam berkendaraan. “Mereka suka kebut-kebutan yang justru membahayakan orang lain,” terang Maftuchi.

Furqon pun mengungkapkan pernyataan senada. Ia berharap teman-teman sebayanya dapat memperhatikan ketertiban berlalu lintas. Selain membahayakan nyawa sendiri, kesembronoan dalam berkendaraan bisa mengakibatkan orang lain menjadi korban dan menderita seumur hidup.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Calendar Event